Sudahbertahun-tahun Hotel Malibu yang terletak di Jl. Ngagel 137 beroperasi. Sudah beribu-ribu pula pasangan selingkuh memanfaatkan hotel ini. Karena memang hotel ini memfasiltasi dan diperuntukkan bagi pasangan selingkuh berbagai usia. BlokirSitus Islam Bisa, Kominfo Mengaku Bingung Berantas Bisnis Esek-esek Online Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ismail Cawidu, mengungkapkan kementeriannya masih kesulitan untuk membendung bisnis prostitusi di dunia maya. Umumnyahotel buat esek-esek banyak terdapat di sekitaran terminal, stasuin, atau sekitar tempat prostitusi di setiap daerah. Dari tampilan luarnya saja sudah kelihatan, rata-rata tingkat keestetikan dan kemewahan jauh di bawah hotel beneran, terkesan lebih sederhana. Dan setelah masuk, tawaran check in pun ada yang berbeda, mereka juga Menurutnya setiap kali pijat pelanggan akan mendapatkan layanan sensual lewat terapis wanitanya. "Kalau dua kali ada biaya tambahan," kata resepsionis di cabang Taman Palm, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (22/5/2022). Resepsionis menawarkan layanan pijat sensual berkisar Rp220 ribu-Rp270 ribu untuk sekali pijat. Vay Nhanh Fast Money. Keluar kota untuk sekadar liburan atau bersilaturahmi dengan teman dan sanak saudara memang mengasyikkan. Selain transport, hal yang perlu dipikirkan adalah tempat penginapan. Kalau kita bisa numpang di rumah teman atau saudara, itu akan sangat membantu. Namun, jika teman atau saudara tidak menyediakan tempat untuk menginap atau bahkan Anda tidak punya kenalan di daerah tersebut, sudah pasti harus siap merogoh kantong untuk menyewa hotel. Masalahnya memilih hotel pun ada ilmunya, salah-salah justru masuk ke hotel esek-esek. Memang benar, tidak semua hotel yang kita datangi sesuai dengan ekspektasi. Biarpun kita berpatokan pada standar hotel berbintang, terkadang juga tidak sesuai dengan realitanya. Dalam hal ini prinsip uang berperan, semakin banyak uang yang kita keluarkan, tentu akan semakin bagus pula hotelnya. Baik fasilitas maupun pelayanannya. Kali ini saya akan berbagi pengalaman untuk bagaimana membedakan hotel esek-esek dan hotel beneran karena saya juga pernah bekerja di salah satu hotel dekat Bandara Adi Soemarmo, tentunya hotel beneran ya. Walaupun cuma bekerja sebentar, tapi setidaknya saya tahu lah basic hotel itu kayak gimana. Yang dimaksud hotel esek-esek di sini adalah hotel yang disediakan memang untuk bisnis prostitusi, umumnya hanya dipakai buat mengeksekusi, habis itu sudah, check out lagi. Tapi, sialnya mereka juga menerima tamu yang memang mau menginap beneran, ya iyalah orang dapat uang ya pasti diterima. Baik, kali ini saya akan memulai dari cerita pengalaman saya dulu. Pengalaman ini dimulai saat saya berkunjung ke salah satu rumah teman saya, yang pastinya berada di luar kota. Saya berangkat berdua dan sesampainya di sana ternyata teman yang saya kunjungi tidak bisa diinapi. Oleh karena hari sudah malam, kami dicarikan hotel terdekat. Kami pun menemukan satu hotel, kami langsung check in dan masuk untuk istirahat. Bau kamarnya tidak terlalu wangi, tapi saya masih mengabaikannya, sampai saya menemukan sehelai rambut panjang di balik bantal. Langsung dalam hati saya bilang, “Jancuk! ora resikan ngene.” Tiba-tiba teman saya yang iseng lihat-lihat sekeliling kamar, menemukan bekas alat kontrasepsi di bawah meja, dan setelah diamati ternyata lebih dari satu, juga beberapa helai rambut panjang yang rontok sepertinya cuma disapu dan dipepetkan tembok di bawah meja. Sontak saya dan teman saya langsung mengumpat sambil tertawa karena konyol dapat hotel esek-esek yang jorok begini. Tapi, konyolnya lagi, kami berdua tetap nekat tidur disitu. Walaupun agak jijik, kami telanjur capek dan ngantuknya minta ampun, lumayan lah bisa buat rebahan tanpa kedinginan. Umumnya hotel buat esek-esek banyak terdapat di sekitaran terminal, stasuin, atau sekitar tempat prostitusi di setiap daerah. Dari tampilan luarnya saja sudah kelihatan, rata-rata tingkat keestetikan dan kemewahan jauh di bawah hotel beneran, terkesan lebih sederhana. Dan setelah masuk, tawaran check in pun ada yang berbeda, mereka juga menyediakan check in kamar untuk short time, long time, dan fulltime atau dalam waktu 3 jam, 6 jam, dan sehari semalam. Kemudian kalau kita perhatikan struktur pegawainya juga ada perbedaan. Kalau di hotel beneran strukturnya mulai dari satpam, front office, bellboy, dan semua jajarannya lengkap. Berbeda dengan hotel esek-esek ini yang struktur pegawainya tidak selengkap itu. Ditambah jika di hotel beneran menyediakan restoran, mushola, hingga mungkin water pool, saya pastikan di hotel esek-esek tidak menyediakan fasilitas semacam itu. Yang terakhir adalah aroma dan nuansa yang terkesan berbeda dengan hotel beneran pada umumnya. Saya tidak perlu menyinggung harga, sebab mahal atau murah itu kan subjektif ya. Walaupun banyak juga hotel beneran yang disalahgunakan hanya untuk “ngamar” setidaknya mereka lebih professional baik dari segi pelayanan dan fasilitas. Tidak seperti hotel esek-esek yang tujuannya cuma buat menyediakan bisnis prostitusi. Jelilah kalau mau menginap di hotel. Atau kejadian konyol seperti yang saya dan kawan saya alami bakal terulang kembali. Rating hotel dari bintang dua ke atas juga sudah aman kok. BACA JUGA Tanda-Tanda Pasangan Ilegal Mau Check-in Hotel Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content UGC untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya. Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini. Terakhir diperbarui pada 8 Maret 2021 oleh Ajeng Rizka Depok adalah salah satu daerah yang letaknya dekat dengan kota Jakarta dan selalu ramai dikunjungi oleh para wisawatan, terutama para pelajar maupun mahasiswa. Karena angka kunjungan ke Depok setiap harinya meningkat, maka jumlah penginapan di daerah tersebut pun semakin bertambah banyak. Namun sayangnya, sebagian besar akomodasi tersebut dibanderol dengan harga cukup tinggi. Dan sampai tahun 2023 ini penginapan murah yang ada di Depok masih terbilang sangat minim. Jadi sebagai referensi, berikut kami telah rangkum beberapa daftar akomodasi dengan harga relatif terjangkau. 1. Mau Jadi Nomer Satu? Pasang Iklan Klik Disini❤️2. The Priangan❤️3. Taman Melati❤️4. Margonda Residence III❤️5. Margonda Residence 2❤️6. Hotel Santika❤️7. Cinere Inn❤️8. Sifaana Hotel❤️9. Comfortable Room❤️10. Favehotel Margonda❤️11. Savero❤️12. Sawangan Golf Hotel❤️13. Kosan Haji Asep❤️14. Hotel Genggong Villa❤️15. Hotel Mutiara Kelapa Dua❤️16. Margonda Residence II❤️17. Wisma Purimas❤️ 1. Mau Jadi Nomer Satu? Pasang Iklan Klik Disini❤️ Alamat Jam Buka Telepon/HP 2. The Priangan❤️ foto by Alamat Raya Depok Timur, Jawa Bara Map Klik Disini Harga Mulai Penginapan yang pelayanannya sudah setara dengan hotel bintang II ini fasilitasnya cukup lengkap dengan harga diantaranya telah disediakan tempat parkir, area bersantai, free wifi hingga sarapan pagi gratis. Sebagai penginapan recommended, ada sebanyak 9 unit kamar dengan 2 tipe yakni Standart dan superior yang bisa dijadikan sebagai pilihan pengunjung. 3. Taman Melati❤️ foto by Alamat Raya Depok, West Java Harga Mulai Berada tepat di jantung kota, Condotel Taman Melati ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai salah satu alternatif akomodasi. Dan karena lokasinya yang strategis ini, banyak wisatawan betah menginap disini. 4. Margonda Residence III❤️ foto by Alamat Raya Kemiri Muka, Beji, Depok Map Klik Disini Kontak 0217721 5171, 0822 1313 3403 Harga Mulai Apartemen yang disulap menjadi hotel ini sama dengan penginapan pertama sebelumnya namun dengan tarif sedikit berbeda yaitu sekitar 300 ribuan per malamnya. Letaknya berada di Margonda raya dan sekkitar 2 km dari jalan Citayam Raya. Penginapan yang memberikan pelayanan setara dengan hotel berkelas ini telah disokong sejumlah fasilitas pendukung baik didalam kamar maupun di luar ruangan mulai dari televisi, AC, mini kitchen set dan juga kolam renang outdoor. 5. Margonda Residence 2❤️ Alamat Jl. Margonda Raya Kav. 461, Beji, Depok Rate Mulai 200rb Kontak 085695071660 Website Bagi Anda yang sedang berkunjung ke kota Depok, Ray Apartment menyediakan penginapan sewa apartemen harian di Apartemen Margonda Residence 2 yang lokasinya sangat strategis dekat dengan kampus UI, Gunadarma dan Univ. Pancasila. Dekat juga dengan pusat perbelanjaan seperti Margo City, Depok Town Square, sehingga memudahkan Anda dalam menemukan tempat kuliner yang asik. Selama menginap Anda juga akan ditunjang fasilitas kamar seperti AC, TV flat, Bed ukuran besar, air mineral, dispenser, kulkas, kompor, kamar mandi dalam, dan aminities. Apartemen ini selain disewakan harian dan mingguan juga disewakan untuk shorttime 3jm atau 6jam. Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi kontak yang tersedia. 6. Hotel Santika❤️ foto by Alamat Muka, Beji, Depok Map Klik Disini Kontak 0217721 9291 Harga Mulai Dibekali fasilitasnya yang cukup lengkap yakni mulai dari wifi gratis, parkir, AC dan juga kolam renang membuat Hotel Santika di Depok ini cukup disenangi oleh wisatawan meskipun harganya dibanderol lumayan tinggi. 7. Cinere Inn❤️ foto by Alamat Cinere, Depok City, West Java Map Klik Disini Kontak 0217549 932 Harga Mulai Penginapan yang selanjutnya ini letaknya sangat strategis dan juga mudah untuk diakses karena terletak di area kantor kelurahan Depok. Karena begitu strategis, banyak landmark populer disekitarnya yang bisa kita jangkau dengan mudah diantaranya stasiun Gambir, Pondok Indah Mall dan Kebun Binatang Ragunan. 8. Sifaana Hotel❤️ foto by Alamat Raya Kemiri Muka, Beji, Depok, Jawa Barat 16423 Map Klik Disini Kontak 0217720 3474 Untuk penginapan yang dikenal dengan nama Sifaana Hotel ini pelayanan dan fasilitasnya bisa dibilang cukup bagus. Juga sangat cocok dijadikan sebagai akomodasi transit baik bagi keluarga maupun rombongan. Namun sayangnya mengenai tarif Sifaana masih enggan untuk mempublikasikannya, jadi apabila ingin mengetahuinya bisa langsung menghubungi nomor kontak tertera. 9. Comfortable Room❤️ foto by Alamat Raya Pondok Cina, Beji, Depok Map Klik Disini Kontak 0818 0625 6966 Harga Mulai Di sepanjang jalan wilayah Margonda, kita akan menemukan beraneka penginapan dengan harga bervariatif salah satunya adalah Comfortable Room. Comfortable Room ini sangat recommended karena selain harganya yang terjangkau yakni hanya dibanderol sekitar 200 ribu, kamarnya juga cukup bersih dan bagus. 10. Favehotel Margonda❤️ foto by Alamat Raya Depok Map Klik Disini Kontak 0212930 1400 Harga Mulai Menjadi salah satu hotel mewah yang letaknya berada di lokasi strategis dan dekat dengan beberapa pusat perbelanjaan Seperti ITC dan Depok Town Square membuat Favehotel cukup dikenal oleh wisatawan. Meskipun desainnya cukup keren dan dibekali sejumlah fasilitas pendukung, Favehotel hanya dibanderol sekitar 400 ribuan saja untuk satu malamnya. 11. Savero❤️ Alamat Raya A, Depok Map Klik Disini Kontak 0217780 2300 Harga Mulai Fasilitas yang tersedia, pelayanan cukup memuaskan dan harga relatif terjangkau mampu membuat para wisatawan tertarik untuk menginap di Savero hotel di jalan Margonda tersebut. Meskipun harganya tidak berada dibawah 100 ribu tapi karena fasilitas yang disediakan cukup berkualitas sehingga mampu memanjakan setiap pengunjungnya. 12. Sawangan Golf Hotel❤️ Alamat Sawangan Lama, Depok Map Klik Disini Kontak 0878 8757 6018 Respon positif yang diberikan oleh para pengunjung Sawangan Golf Hotel&Resort ini menjadikannya sebagai salah satu akomodasi paling disenangi. Bagaimana tidak disenangi, bukan hanya menawarkan penginapan saja, tetapi disini kita juga bisa bebas belajar dan melakukan banyak aktifitas menarik mulai dari renang hingga bermain golf. 13. Kosan Haji Asep❤️ Alamat Bojong Maruyung, Limo, Depok Map Klik Disini Kontak 0812 9281 338 Penginapan yang berupa kos-kosan milik dari Haji Asep ini ternyata bukan hanya disewakan secara bulanan atau tahunan, tapi juga bisa untuk harian. Namun untuk mengetahui harganya, langsung saja ya hubungi pemiliknya di nomor kontak tertera di atas, agar infonya lebih jelas. 14. Hotel Genggong Villa❤️ Alamat Jakarta-Bogor Mekarsari, Depok Map Klik Disini Kontak 0218711 328 Harga Mulai Hotel minim fasilitas ini bisa dibilang cukup layak untuk dijadikan sebagai alternatif akomodasi ketika sedang berlibur ke Depok. Meskipun tidak seperti penginapan lainnya namun pelayanannya tergolong bagus. 15. Hotel Mutiara Kelapa Dua❤️ Alamat UI Cimanggis, Depok Map Klik Disini Kontak 0218726 368 Harga Mulai Hotel Mutiara Kelapa Dua ini juga cukup bagus untuk dijadikan sebagai tempat bermalam ketika berkunjung ke Depok, karena dengan harga sewanya hanya berkisar 200 ribu saja, fasilitas yang disediakan sudah cukup memadai. Demikianlah sederet penginapan rekomendasi terbaik di Depok, dan selain daftar diatas, masih banyak penginapan lainnya yang bisa kita temukan secara online baik itu dari situs Kaskus ataupun OLX dengan harga promo terbaik. 16. Margonda Residence II❤️ foto by Alamat Raya, Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat Map Klik Disini Kontak 0812 9717 7796 Harga Mulai Penginapan yang letaknya sangat dekat dengan kawasan kampus UI ini hadir bukan hanya menawarkan akomodasi strategis saja tetapi juga memberikan tarif sewa cukup bersahabat yakni mulai dari per malam. Dan sebagai salah satu penginapan murah, Margonda Residence telah disokong sederet fasilitas pendukung mulai dari AC, TV, taman bermain, kantin, parkir, balkon, dapur hingga jogging track. Bagi yang tertarik bisa menghubungi nomor kontak tertera dan sebagai info tambahan, Margonda Residence ini disewakan untuk harian maupun mingguan. 17. Wisma Purimas❤️ foto by Alamat I, Pondok Petir, Bojongsari, Depok, Jabar Map Klik Disini Kontak 0812 8933 4750 Harga Mulai Wima Purimas yang letaknya berdekatan dengan beberapa spot populer ini menyediakan 2 tipe kamar yakni AC dan non-AC lengkap beserta fasilitas mulai dari TV kabel, springbed hingga kamar mandi dalam. Dan sebagai pilihan, Wisma Purimas telah menyediakan 20 unit kamar dengan rate harga sekitar saja per malamnya. David yang kini berusia 25 tahun sudah tertarik dengan menulis sejak masuk salah satu Universitas di Yogyakarta. Kini David bekerja di salah satu Penerbit Buku di Jogja. Di luar kerja, David lebih memilih menghabiskan waktu produktif menulis di dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama Ahok seusai menjalani pemeriksaan di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Rabu 29/7. JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik sependapat dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama soal hotel 'esek-esek'. Taufik setuju jika hotel semacam itu ditutup operasinya. "Saya senang kalau gubernur mau nutup tempat esek-esek," katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin 28/9. Menurutnya hotel esek-esek tidak terlalu besar menghasilkan Pendapatan Asli Daerah PAD. Tapi dampak negatifnya justru jauh lebih besar. Apalagi bagi moral generasi bangsa. Selain itu, politikus Partai Gerindra ini juga menilai tempat semacam itu juga dimanfaatkan untuk peredaran narkoba. Termasuk tempat hiburan malam atau diskotek. Oleh karenanya pria yang kerap beradu komentar dengan Basuki alias Ahok ini justru sependapat dengan rivalnya tersebut. Ia mendukung untuk menutup hotel esek-esek. Namun tidak bisa asal menutup. Tentu harus ada bukti yang mampu menguatkan informasi tersebut. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini Budaya Jepang sangat pragmatis. Semua hal dirancang agar orang nyaman menggunakannya. Tak heran bila bangsa ini menghasilkan teknologi toilet yang menyeboki pantatmu secara otomatis, mobil yang bisa menyetir sendiri, berbagai robot pelayan, sampai hotel esek-esek yang terjangkau dan efisien buat mengalami cinta Hotel adalah sebutan orang Jepang buat hotel esek-esek self-service. Tarifnya jam-jaman, tak pakai resepsionis, cukup buka pintu pakai kartu kredit, dan kalian bisa langsung bercinta. Sekitar dua dekade lalu, hotel macam ini gampang sekali kalian temui di pinggir jalan tol berbagai kota besar. Konon, dari Tokyo sampai Osaka, lebih mudah menemukan love hotel dibanding Pom Bensin buat numpang hotel esek-esek dengan tarif jam-jaman dan tema unik kayak gitu, ternyata belum berusia seabad. Prostitusi dan rumah bordil tentu sudah ada sejak era sebelum Dinasti Tokugawa. Tapi kalau hotel modern untuk ngewe baru ada pada 1968, buka pertama kali di Osaka. Bisnis lendir tersebut meledak pada dekade 80'an, ketika Jepang mengalami loncatan pertumbuhan ekonomi gila-gilaan. Love Hotel menjamur di anak muda di Negeri Matahari Terbit makmur kala itu. Mereka pekerja di perusahaan yang jadi raksasa global otomotif ataupun elektronik. Ketika lelaki punya duit banyak, habisnya tentu untuk senang-senang, termasuk seks berbayar. Tapi kalian mustahil ngewe di rumah, mengingat dalam budaya Jepang keluarga besar tinggal di sana berbarengan. Makanya, muncul kebutuhan akan love hotel. Kamar sewaan macam ini juga dibutuhkan pasangan yang selingkuh biar ho'oh-nya makin gampang. Diperkirakan, pada puncak kejayaannya, dua juta orang mengunjungi love hotel saban bisnis tersebut ambruk. Populasi Jepang menua. Minat anak muda Jepang terhadap seks tak setinggi generasi ortu mereka. Pada 2015, diperkirakan seperempat persen populasi yang usianya di kisaran 18 hingga 39 tahun tidak aktif secara seksual. Mereka ini selain malas menikah, juga tidak tertarik ngewe. Sejak pertengahan 2000-an ribuan love hotel gulung tikar. Bangunan-bangunan itu tak bertuan dan tidak terawat. Kebanyakan auranya seram. Siapa sangka, love hotel mendapat kesempatan kedua untuk bangkit Olimpiade 2020 yang digelar di Jepang, pemerintah setempat membutuhkan lebih banyak penginapan untuk menampung atlet serta turis. Bangunan love hotel bakal direvitalisasi untuk memenuhi kebutuhan akomodasi menghidupkan lagi love hotel menjadi penginapan biasa masih belum membuahkan hasil. Masih banyak bangunan hotel esek-esek yang tidak terawat. Tapi, di balik kesuraman itu, ada fotografer yang tertarik merekam bangunan-bangunan tersebut. Namanya Shane Thoms, fotografer asal Melbourne, Australia. Dia beberapa tahun terakhir khusus memotret love hotel yang terpinggirkan. Ini obrolan VICE bersama Shane, membahas apa yang bikin love hotel menarik sebagai sebuah artefak Halo Shane, gimana cerita awalnya kamu tahu soal love hotel terbengkalai? Shane Thoms Aku dari dulu tertarik sama obyek-obyek terbengkalai. Selalu ada cerita menarik dari bangunan semacam itu. Ditambah lagi, aku suka semua aspek dari budaya Jepang. Jadi waktu mendengar soal hotel esek-esek yang tak lagi laku di Jepang, aku berniat memotretnya. Ketika main ke Jepang, aku melihat banyak bangunan tak terawat. Ternyata kebanyakan adalah bekas love sudah berapa hotel macam ini yang kamu datangi? Aduh banyak banget. Yang kuingat sudah lebih dari 30, malah kayaknya lebih deh. Koleksi foto-foto hotel macam ini di komputerku banyak banget. Beberapa sulit difoto karena rusak parah bangunannya, jadi cuma kayu lapuk teronggok gitu, tidak menarik buat difoto. Tapi yang masih selamat sangat menarik sebagai obyek fotografi, karena interiornya hotel esek-esek yang jadi favoritmu untuk dipotret? Ada, namanya Fuu Motel. Tempat itu luar biasa. Aku memotret kamar-kamar di motel tersebut pada 2013, sampai sekarang kondisinya tak banyak berubah. Sebagian kamar rusak parah, sebagian masih terawat. Tiap love hotel biasanya punya tema konsep yang khas, dari eksterior sampai desain kamarnya. Mulai dari konsep laut, abad pertengahan, kerajaan Romawi, sampai tema Jepang kuno. Katanya sih tiap pelanggan memilih konsep kamar sesuai fetish hotel macam apa yang paling menarik untuk dipotret? Kalau aku sendiri sih paling suka sama konsep Abad Pertengahan. Kamar-kamarnya biasanya dirancang lebay dan ada kesan mewah yang norak. Terasa seperti kejayaan yang sudah lama berlalu. Secara komposisi, walaupun norak, hotel dengan tema ini yang paling enak dipotret. Kadang di kamar ada patung baju zirah ksatria teronggok, menambah keren konsep hotel esek-esek paling aneh selama kamu keliling Jepang? Seingatku love hotel paling aneh bisa ditemukan di dekat Niigata. Sebagian besar love hotel dirancang imut atau seksi. Sementara hotel ini 'dark' banget. Malah desainnya dari awal memang kayak rumah hantu di pasar malam. Energi dari tiap kamarnya juga terasa negatif. Aku padahal suka sama film horor, tapi aku merasa tidak nyaman berada lama-lama di dalam hotel menariknya, hotel yang paling seram itu ranjangnya 80an banget. Norak dan membuat kesan seramnya berkurang. Sangat menarik sebenarnya andai kita bisa melihat lagi di masa lalu para tamu melakukan apa di hotel macam buat mencari lokasi dan memotret love hotel terbengkalai? Enggak kok. Bangunan terbengkalai ada banyak di Jepang, tapi secara umum love hotel gampang dikenali bahkan oleh orang awam. Di negara ini, pengusaha yang bangkrut biasa meninggalkan begitu saja asetnya tanpa dirawat lagi. Jadi, untuk masuk dan memotret kita tidak harus berurusan sama siapapun. Tantangannya paling karena kita harus agak usaha dikit, berkendara keluar dari kota besar. Lokasi love hotel biasanya ada di pinggiran dan harus lewat jalan itu love hotel juga gampang ditemukan di jalan menuju tempat wisata. Ongkos merubuhkan bangunan di pedesaan lebih mahal, makanya orang-orang juga malas menghancurkan bekas love hotel. Asal kamu telaten memperhatikan kanan-kiri, saat menuju daerah pegunungan atau resor wisata di Jepang, pasti kamu bisa menemukan love kena masalah saat memotret love hotel? Sebenarnya kegiatanku ini melanggar hukum, kalau ada pemiliknya yang tahu. Itu properti pribadi yang tak boleh dimasuki tanpa izin. Cuma, pemilik hotel esek-esek biasanya malas mengungkap jati dirinya ke masyarakat. Jadi aku tidak pernah kena masalah. Aku sebenarnya pengin ketemu mereka, lalu bertanya soal masa jaya love kamu menginap di love hotel yang masih beroperasi? Belum pernah. Dan aku juga enggak minat. Orang bisa ngewe di manapun, termasuk hotel biasa. Tapi love hotel kan spesifik banget buat berhubungan seks. Jadi kebayang, pelanggan selain kamu ke sana memang buat begituan. Aku membayangkan bakal tidak nyaman berbaring di salah satu ranjangnya, nonton Netflix, sambil menyadari kalau sebelum kamu menginap ada pasangan yang entah sudah melakukan apa di atas aku pernah nyaris tidur di love hotel. Seingatku itu pas 2010 atau 2011, aku backpackeran sendiri keliling Jepang. Aku berada di jalanan sepi, capek, hari sudah malam, dan aku melihat ada hotel yang lampunya merah menyala. Tidak ada resepsionis. Ketika masuk, kamu cukup menggesek kartu kredit. Tapi aku enggak sadar kalau harus pakai kartu. Jadi aku beberapa menit mengetuk semua pintu dan tidak ada yang merespons. Itu kira-kira pengalamanku yang bisa dibilang nyaris menginap di hotel benda-benda menarik yang kamu temukan di bekas love hotel tadi? Tentu saja bekas kondom yang belum terbuang. Alat bantu seks. Boneka seks, ya benda begituan lah. Aku tidak menyentuh atau membawa pulang benda-benda tadi. Kebanyakan teronggok di gudang atau di bawah kenapa orang Jepang tak lagi tertarik sama seks? Bahkan Museum Seks di Jepang tutup pada 2014 lalu kan…. Itu sampai sekarang aku juga bingung. Jepang kayaknya memang berubah banget persepsinya soal seks. Anak mudanya sudah tidak tertarik ngewe. Kalaupun masih tertarik sama seksualitas, nyaris semua pengalaman itu bisa kamu dapatkan tanpa harus keluar rumah. Keruntuhan bisnis Love Hotel bisa dibilang adalah metafora terbaik untuk anjloknya tingkat kelahiran di negara penulis artikel ini di akun Nicole de SouzaSimak foto-foto menarik lainnya yang dibikin Shane di situs pribadinya, serta follow dia di InstagramArtikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

hotel esek esek daerah depok